Pembiasaan Sholat Dhuha sebagai Pembinaan Akhlak

hgfh

Mengacu pada Visi Sekolah yaitu “Mewujudkan anak didik yang Beriman, Bertaqwa, Berakhlak Mulia, memiliki Ilmu Pengetahuan dan Berkualitas”, dan konsep belajar dengan berbuat (Learning by doing), SD Islam Terpadu sejak merintis program Full Day School di buka pada  tahun pelajaran 2011 – 2012 telah menerapkan program pembiasaan sholat Dhuha.

 

Program ini bertujuan untuk menanamkan perilaku taat ibadah sholat Dhuha sejak kecil, sehingga kelak ketika dewasa anak senantiasa mengamalkan sholat Dhuha. Anak merasa ada yang kurang bila tidak melaksanakan sholat Dhuha, dan anak akan senantiasa meluangkan waktu sejenak untuk sholat Dhuha di tengah kesibukannya. Selain itu, untuk memberi motivasi dan  menanamkan keyakinan kepada siswa – siswi bahwa apa yang di cita – citakan  akan mudah tercapai apabila mengamalkan sholat dhuha secara rutin.

 

 

Keutamaan sholat Dhuha banyak sekali seperti dalam hadits berikut ini;

Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 1178, dan Muslim, no. 721, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata,

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir.”

 

Dari Abu Darda dan Abu Dzar radhiallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman, “Wahai anak Adam shalatlah empat rakaat di awal hari, Aku akan lindungi engkau hingga akhirnya.” (HR. Tirmizi, no. 437, dishahihkan oleh Al-Albany)

 

Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata, yang dimaksud ‘shalat di awal siang adalah shalat Dhuha, ada pula yang mengatakan shalat isyraq, ada pula yang mengatakan shalat sunnah Shubuh dan fardhunya, karena dia merupakan shalat fardhu pertama di siang hari. Aku katakan, ‘Pengarang (sunan Tirmizi) begitu juga Abu Daud memahami shalat tersebut sebagai shalat Dhuha, karena itu keduanya memasukkan hadits ini dalam bab Shalat Dhuha. Sedangkan yang dimaksud menjaga adalah menjaga urusannya hingga akhir siang. Ath-Thaiby berkata, maksudnya adalah ‘Aku lindungi kesibukan dan kebutuhanmu serta melindungi engkau dari segalah keburukan setelah shalatmu hingga akhir siang. Maksudnya, berkonsentrasilah beribadah kepada-Ku di awal siang, maka Aku akan tenangkan pikiranmu hingga akhir siang dengan memenuhi semua kebutuhanmu.” (Tuhfatul Ahwazi, 2/478)

 

Dari Penjelasan At-Thaiby tersebut jelaslah bahwa ketika kita memulai aktifitas dengan bermunajat pada Allah s.w.t melalui sholat Dhuha, maka Allah akan menjaga kita dari kekhawatiran kekurangan kebutuhan dalam hidup.

 

Namun yang perlu diingat bahwa sholat Dhuha jangan hanya semata-mata diniati untuk mendatangkan atau melapangkan rezeki, namun niatkanlah mendekatkan diri, bertaqwa dan beribadah pada Allah s.w.t, insya Allah, Allah akan memudahkan dan melapangkan rezeki kita, tentunya dengan rezeki yang halal dan barokah.

 

Selain fadhilah mampu melancarkan dan membuat rezeki menjadi barokah, sholat Dhuha juga mampu menjaga kesehatan kita di pagi hari. Dengan sholat Dhuha kita kembali mengingat Allah sebelum mulai beraktifitas, dan bermunajat memohon pada Allah rezeki yang halal dan barokah. sehingga kita akan memulai aktifitas dengan rasa hati yang tenang, senang, dan senantiasa ingat pada Allah, tentunnya pikiran yang tenang dan optimis akan membuat kita senantiasa sehat.

 

 

Semakin banyak roka’at dalam sholat Dhuha tentunya akan sangat baik bagi kita, karena itu untuk anak-anak SDIT Gondang, senantiasalah menjaga rutinitas sholat Dhuha. Lebih baik lagi apabila saat hari libur ( hari Jumat ) pun tetap melaksanakan rutinitas sholat Dhuha, dan jangan lupa do’a setelah selesai sholat Dhuha seperti dibawah ini :

 

Do’a Salat dhuha

dhuha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha dalam Bahasa Indonesia
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Terjemahan Doa Setelah Sholat Dhuha
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *