Desember Bersholawat ” Marhaban yaa syahru syafa’ah “

Tampak para siswa berbaris di halaman sekolah dengan terrap (tertib & rapi) guna mengikuti Apel pagi sebelum KBM dimulai, siswa terlihat semangat mengikuti kegiatan apel pagi, dalam rangka menyambut datangnya bulan maulid (kelahiran) Baginda Rasulillah Nabi Muhammad saw, yakni bulan Rabi’ul Awal 1437 H. Bapak Aminuddin Aziz selaku kepala SDIT Gondang yang kebetulan pada hari itu memberi mandat kepada seorang wakil guru untuk memimpin jalannya apel pagi. Pembina apel mengajak para siswa di bulan yang penuh syafaah agar memperbanyak membaca salawat selama sebulan penuh dengan kalimah “Allahumma salli ‘ala sayyidina muhammadinin nabiyyil umiyyi wa ‘ala alihi wa sahbihi wasallim”.
Dengan amaliyah salawat tersebut diharapkan siswa semakin mahabbah (cinta) terhadap Nabi Muhammad saw yang telah menunjukkan jalan kebaikan kepada ummatnya.
Semoga tumbuhnya kecintaan kita terhadap beliau memberikan nilai-nilai moral yang bisa kita contoh & teladani dari sunnah-sunnah beliau, dan semoga kita mendapat barokah syafaah fiddini waddunta hattal akhirah. Amiinn…

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

POTRET PENDIDIKAN KARAKTER KEASWAJAAN DI SDIT GONDANG

IMG_20151112_072459

Kegiatan Membaca Surat Yasiin dan Tahlil

Pendidikan karakter merupakan program unggulan di yayasan Gondang, yakni dengan menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk merealisasikan nilai-nilai tersebut. Dalam istilah lain dapat dimaknai sebagai The deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development (dimaknai sebagai pendidikan nilai, budi pekerti, moral, watak atau pendidikan etika). Tujuannya untuk mengembangkan potensi murid untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari.

1

Ziarah ke makam waliyullah Ki Ageng Rogoselo

SDIT Gondang Wonopringgo merupakan salah satu lembaga formal  yang ada di Yayasan Gondang. Di sekolah ini ideologi Aswaja dilestarikan dalam Kurikulum Muatan Lokal, seperti bacaan surat-surat pilihan (Yaasin, Waqi’ah, al-Mulk, dan sebagainya) secara tartil; serta  bacaan Maulid (Simtuduror), tahlil, ziarah wali, dan sebagainya.

DSC01610

Kegiatan Ekstra Pembacaan Maulid Simtuduror

 

 

 
Melalui pendidikan karakter diharapkan siswa SDIT Gondang mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan etika mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter di sekolah mengarah pada pembentukan kultur sekolah (proses pembudayaan), yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian dan simbol-simbol yang dipraktekkan. Kultur tersebut merupakan ciri khas, karakter dan pencitraan sekolah dimata masyarakat.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Game Tajwid yang menarik, Membaca Al Quran jadi semakin baik

DSC_6709DSC_6714

Salah Satu Program Unggulan di SDIT Gondang adanya TPQ Pagi dan Hafalan Juz `Amma. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum pembelajaran di mulai. Kegiatan ini bertujuan menunjang hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Alquran ( BTQ ) di SDIT Gondang. Menyadari pentingnya pendidikan Al Quran bagi anak dan manfaat bagi yang mempelajarinya menjadikan pembelajaran membaca Al Quran menjadi sesuatu yang wajib diberikan di Sekolah Dasar.

Guru pendidikan agama islam harus menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran membaca Al-Quran bagi siswa –siswanya . Disebut demikian karena membaca Al-Quran tidak hanya sekedar mampu melafalkan lambang – lambang bunyi yang disebut huruf yang dalam Al-Quran menggunakan huruf hijaiyyah ,akan tetapi harus pula membelajarkan ilmu tajwid agar siswa mampu membaca Al-Quran dengan baik, benar tartil.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Muzamil ayat 4 yang artinya :

…Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan–lahan dan tartil.

Supaya proses pembelajaran membaca Al-Quran mampu memberikan bekal bagi siswa sehingga siswa mampu membaca Al-Quran dengan baik dan lancar atau tartil seperti diisyaratkan oleh surat Al Muzzammil di atas maka kami  mencoba menerapkan pembelajaran menggunakan software Quran Interaktif yang di dalamnya dilengkapi pembelajaran Tajwid dan permainan (game) interaktif yang menarik antusias peserta didik.

DSC_6729

DSC_6721

” Asyik banged belajar tajwid dengan laptop, aku jadi mudah paham ” komentar Nailil Karimah ( Siswi Kelas 4 SDIT Gondang ). ” Yang tadinya bingung, masih salah – salah pas baca , sekarang jadi bisa baca juz `Amma lebih baik ” tambah temannya M. Sanaya Arja K.

Pembelajaran dengan software ini mengajarkan siswa ilmu tajwid dilengkapi penjelasan dan contoh serta cara membaca dengan baik dan benar. Selain itu juga memberi kesempatan siswa untuk aktif berinteraksi dengan komputer dan siswa yang lain untuk menyelesaikan permaianan (game) Tajwid.

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Asyiknya Belajar dengan Teknologi

tik upload

Pada zaman sekarang ini, komputer seakan-akan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehingga di era komputerisasi ini, semua segmen kehidupan dirambah oleh aplikasi komputer. Maka tidak mengherankan jika di sekolah-sekolah ada pembelajaran Teknologi  Informasi dan Komunikasi (TIK). Demikian juga salah satu pembelajaran di SD Islam Terpadu Gondang Wonopringgo. Sebagian besar dari mereka sangat tertarik dan antusias untuk belajar komputer karena sudah terbiasa melihat bahkan sudah berani mencoba mengoperasikan laptop milik orang tuanya  saat dirumah. Namun ada beberapa  yang sama sekali belum pernah dan belum tahu apa – apa tentang komputer terutama anak – anak kelas 1. Mengajar anak SD, terlebih siswa kelas 1, pasti yang ada dipikiran kita adalah anak-anak yang masih belum tahu apa-apa tentang komputer, dan pikiran seperti itu bisa membuat kita bingung untuk memberikan materi ajar komputer. Saya sendiri menganggap siswa kelas 1 SD itu tidak ada bedanya dengan siswa kelas 2 dan 3, keingingtahuan mereka terhadap benda bernama komputer pasti sama, cuma apa yang mereka minati dari pelajaran komputer itu pastinya berbeda.

tik 2Ketika masih di TK mungkin sebagian diantara siswa ada yang sudah diperkenalkan dengan komputer, karena setahu saya sekarang sudah banyak TK yang memberikan pelajaran komputer. Biasanya aplikasi yang digunakan adalah Paint, aplikasi untuk membuat gambar sederhana dan mewarnai. Untuk anak yang di TK nya pernah belajar komputer, kita anggap tidak ada masalah.

Lalu bagaimana dengan siswa yang waktu di TK nya tidak belajar komputer? Untuk yang ini kita jadikan bahan pertimbangan ketika kita hendak menyusun bahan ajar mata pelajaran komputer kelas 1 SD. Yang di TK nya tidak ada pelajaran komputer belum tentu si anak tidak pernah belajar sama sekali tentang komputer, bisa saja di rumahnya mereka sering berinteraksi dengan komputer bersama orangtuanya.

Dari beberapa kemungkinan tadi, mestinya biar akurat kita ambil data, berapa orang siswa yang waktu TK nya pernah belajar komputer, berapa orang yang tidak pernah belajar komputer, dan berapa orang yang di TK nya tidak pernah belajar komputer tapi di rumahnya familiar berinteraksi dengan komputer? Untuk pekerjaan seperti ini mesti bekerjasama dengan wali kelas 1.

Nah bagaimana kalau kita “malas” atau tidak mau direpotkan dengan proses pengumpulan data tadi, kita bisa melihat secara general mater ajar apa saja yang dominan diajarkan di TK? mengenal dan belajar menulis huruf, mewarnai. Biasanya dua materi ini yang dominan. Dari dua materi dominan tersebut selanjutnya kita kembangkan menjadi materi ajar komputer yang akan kita gunakan untuk bahan mengajar komputer kelas 1 SD.

Untuk aktivitas mewarnai bisa kita manfaatkan aplikasi Paint, dan aplikasi-aplikasi sejenis lainnya yang bisa kita unduh di internet. Untuk aplikasi membacanya kita juga bisa mengunduh aplikasi yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut. Tentu kita harus membuat rancangan bahan mengajarnya, biar lebih mudah silahkan dibuat dalam bentuk kumpulan latihan, bisa berupa tutorial dan modul yang nantinya digunakan untuk bahan belajar selama satu tahun ajar . Dibukukan, di cetak, kemudian bagikan ke siswa.

Kalau sudah membuat materi ajarnya selama setahun, pasti kita tidak akan kebingungan lagi untuk memberikan materi apa yang harus diberikan kepada siswa kelas 1 SD tersebut? Selamat mencoba…

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Senam Religi dalam rangka menyambut Harlah Emas Ke-50 Tahun Yayasan Gondang

gdgdggncbfbIMG_20151103_103315

Semangat Siswa – Siswi SDIT Gondang berlatih Senam Religi 

Yayasan Gondang.Kebugaran jasmani merupakan suatu keadaan yang sangat diinginkan oleh setiap orang, dengan kebugaran jasmani orang akan dapat tampil lebih dinamis dan tercipta semangat belajar bagi peserta didik dan semangat bekerja bagi para Guru dan Karyawan.

Dalam rangka menyambut Harlah Emas Ke 50 Tahun Yayasan Gondang. Tim Guru Penjasorkes dari TK, MI, SDIT, Mts/SMP dan SMK Gondang menciptakan Senam Aerobik bernuansa musik Religi dan akan dilaksanakan secara masal. Kegiatan Senam Masal tersebut akan diikuti oleh seluruh Warga Yayasan Gondang dan akan dilombakan pada setiap unit pendidikan. Karena Alasan akan dilombakan dan akan mendapat hadiah, Siswa – Siswi SDIT Gondang semangat dan antusias berlatih senam setiap pagi.

” Aku senang sekali berlatih senam ini karena selain badan bisa sehat saya juga berharap bisa menang dan dapat hadiah dari sekolah,” kata Apri Nugroho Siswa Kelas V SDIT Gondang. Sementara itu, Guru Penjasorkes SDIT Gondang Bapak Koesnoto mengatakan kegiatan  ini dilakukan setiap pagi agar anak – anak hafal seluruh rangkaian gerakan senam dan akan bisa tampil lebih percaya diri. Selain itu, kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga daya tahan tubuh para siswa – siswi agar tidak mudah terserang penyakit flu dan batuk  yang pada musim pancaroba ini sering menyerang anak usia SD. ” Ayo semangat anak – anak , kalian pasti bisa”. Ujarnya memberikan motivasi.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Yayasan Gondang Berbagi – SDIT Gondang Wonopringgo peduli sesama

Yayasan gondang berbagi & SDI T Gondang Wonopringgo peduli sesama

11181895_807605049349974_7337096444739702191_n12122750_807605126016633_193816850746384809_n

Santunan diberikan kepada siswa yatim & kurang mampu mulai dari TK/RA, MI/SDIT, SMP/MTs dan SMK di yayasan gondang saat kegiatan apel pagi 10 muharram.

 

IMG_20151024_19360012032192_807605612683251_7232068924982485027_n

 

Sementara SDIT Gondang Wonopringgo juga mengadakan kegiatan yang sama ke panti asuhan Darul Khadlonah di wonopronggo.

Semoga apa yang diberikan bermanfaat buat mereka.. Aminn..

Dari Ibnu Abbas ra. berkata Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) maka Allah SWT akan memberi kepadanya pahala 10.000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah SWT akan menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari ‘Asyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rasulullah saw. yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah saw.: “Ya Rasulullah saw, adakah Allah telah melebihkan hari ‘Asyura daripada hari-hari lain?” Maka berkata Rasulullah saw: ” Ya, memang benar, Allah Ta’ala menjadikan langit dan bumi pada hari ‘Asyura, menjadikan laut pada hari ‘Asyura, menjadikan bukit-bukit pada hari ‘Asyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari ‘Asyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari ‘Asyura, dan Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari ‘Asyura, Allah SWT menenggelamkan Fir’aun pada hari ‘Asyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari ‘Asyura, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam pada hari ‘Asyura, Allah SWT mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari ‘Asyura, Allah SWT mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari ‘Asyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Asyura!”.

Dari hadits tersebut terdapat setidaknya 12 kejadian besar dibalik 10 Muharram.

Hadits lainnya:

Artinya: “Ia adalah hari mendaratnya kapal Nuh di atas gunung “Judi” lalu Nuh berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Dari berbagai referensi, maka keistimewaan/keutamaan 10 Muharam berlaku:

1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah dan dipertemukan dengan Siti Hawa..

2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.

3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.

4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.

5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.

6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.

7. Penglihatan Nabi Ya’kub yang kabur dipulihkkan Allah.

8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.

9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.

10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.

11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.

12. Nabi Sulaiman dikaruniakan Allah kerajaan yang besar.

13. Nabi Isa diangkat ke langit.

14. Nabi Muhammad saw. terbebas dari racun orang-orang Yahudi.

15. Hari pertama Allah menciptakan alam.

16. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.

17. Hari pertama Allah menurunkan hujan.

18. Allah menjadikan ‘Arsy.

19. Allah menjadikan Luh Mahfuz.

20. Allah menjadikan alam.

21. Allah menjadikan Malaikat Jibril.

Di dalam Kitab Hadits Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan beberapa hadits berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari ‘ASYURA (10 Muharram) dan TASU’A (9 Muharram), yaitu:

1. Dari Ibnu Abbas, “Bahwa Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

* ‘muttafaq ‘alaihi‘ secara bahasa berarti disepakati atasnya. Istilah ini biasanya digunakan untuk hadits yang diriwayatkan dan disepakati keshahihannya oleh 2 imam hadits besar: Imam Al-Bukhâri dan Imam Muslim, jadi tingkat keshahihannya menempati posisi ‘paling shahih’.

2. Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) menghapuskan dosa (dosa-dosa kecil) satu tahun yang lalu.”(HR. Muslim)

3.Dari Ibnu Abbas beliau berkata: “Rasulullah saw. bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan.” (HR. Muslim)

Hadits populer:

“Dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ‘ASYURA (tanggal 10 Muharram) –aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu.” [Shahih riwayat Imam Muslim, Abu Dawud , Ahmad , Baihaqi, dan lain-lain]

Nah, yang menjadi beberapa kekeliruan adalah tentang bagaimana cara menyelisihi orang kafir/Yahudi (KARENA mereka juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram). Dan ini terbukti ketika penulis pernah 1 rumah dengan teman non muslim, ternyata mereka juga ikut berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Beberapa hadits tentang hal ini:

1. “Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah saw. pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Ahmad, Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, Nasa’i dalam Al-Kubra, Al-Humaidi, Al-Baihaqi, Abdurrazaq, Ad-Darimy, Ath-Thohawi dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

2. “Nabi saw. tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Beliau bertanya: “Apa ini?” Mereka menjawab: “Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka kami berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa’i dalam Al-Kubra, Ahmad, Abdurrazaq, Ibnu Majah, Baihaqi, Al-Humaidi, Ath-Thoyalisi)

Dua hadits ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari ‘Asyura di masa jahiliyah, dan “sebelum hijrah” pun Nabi saw. telah mengerjakannya. Kemudian sewaktu tiba di Madinah, beliau temukan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, maka Nabi-pun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.

Pada tanggal 9 Muharram (disebut hari Tasu’a) dinamakan “sunnah taqririyah” dimana Rasulullah belum sempat menjalankan ibadah puasa ini. Orang Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram karena sebagai rasa syukur atas diselamatkan Nabi Musa as. dari Fir’aun, kemudian Rasulullah juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi salah seorang sahabat ada yang bertanya kepada Rasulullah saw. mengapa kita menyamai umat nabi Musa as. Kemudian Rasulullah SAW menjawab puasa tanggal 10 Muharram ini adalah hakku dan untuk membedakannya maka tahun depan aku akan berpuasa 2 hari (Tasu’a dan ‘Asyura) tetapi Rasulullah belum sempat menjalankannya (karena wafat).

Dari berbagai riwayat dan pendapat, ada 4 Cara Menyikapi Puasa ‘Asyura:

1. Berpuasa tiga hari pada 9, 10, dan 11 Muharram.

2. Berpuasa pada hari 9 dan 10 Muharram.

3. Berpuasa pada hari 10 dan 11 Muharram seandainya pada tanggal 9 Muharram nya tidak berpuasa.

4. Berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) saja, sebagian saja ulama memakruhkannya karena Nabi saw. memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makruh).

PENJELASANNYA:

(1) BERPUASA 9,10, dan 11 Muharram

“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan SELISIHILAH orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi.

Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’. Ibnul Qayyim berkata (dalam Zaadud Ma’al): “Ini adalah derajat yang paling sempurna.” Syaikh Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan:”Inilah yang utama.”

Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari juga mengisyaratkan keutamaan cara ini. Dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10 dan 11 Muharram) adalah Asy-Syaukani dalam Nailul Authar dan Syaikh Muhamad Yusuf Al-Banury dalam Ma’arifus Sunan.

Namun ulama-ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuk lebih hati-hati. Ibnul Qudamah di dalam Al-Mughni menukil pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.

*Meskipun hadits tersebut dha’if, tetapi secara umum boleh diamalkan jika itu HANYA TERKAIT FADHILAH AMAL yang tidak menyangkut aqidah dan hukum.

Inilah tiga syarat penting diperbolehkannya beramal dengan hadits-hadits dha’if dalam keutamaan amal;

– Hadits itu tidak sampai derajat maudlu’ (=palsu).

– Orang yang mengamalkannya ‘mengetahui’ bahwa hadits itu adalah dha’if.

– Tidak memasyhurkannya sebagaimana halnya beramal dengan hadits shahih.

(2) BERPUASA 9 dan 10 Muharram

MAYORITAS HADITS menunjukkan cara ini. Juga pada Kitab Hadits Riyadhus Shalihin pun hanya dibahas mengenai puasa 9 dan 10 Muharram, dan tidak dikutip dalil satu pun tentang puasa 11 Muharram di sana.

(3) BERPUASA 10 dan 11 Muharram

“Berpuasalah pada hari Asyura dan SELISIHILAH orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.”

Hadits marfu’ ini tidak shahih karena ada illat (cacat). Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma’arif hal 49): “Dalam sebagian riwayat disebutkan “atau sesudahnya” maka kata ‘atau’ di sini mungkin karena keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan….”

Al-Hafidz berkata dalam Fathul Baari: “Dan ini adalah akhir perkara Rasulullah saw., dahulu beliau suka menyocoki ahli kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termahsyur, beliau suka MENYELISIHI AHLI KITAB SEBAGAIMANA DALAM HADITS SHAHIH. Maka ini (masalah puasa ‘Asyura) termasuk dalam hal itu. Bisa menambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi ahli kitab.”

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Lolos Ke Tingkat Kabupaten – Juara 1 Lomba MAPSI Tahun 2015

IMG_20151017_145840

Berhasil di Tingkat Kecamatan dan Lolos ke Tingkat Kabupaten – Lomba MAPSI Tahun 2015.

Alhamdulillahirobbil alamin … Atas Doa dan dukungan dari Pengurus Yayasan Gondang, Bapak / Ibu Guru serta Orang Tua murid, Siswa – Siswi SDIT Gondang,  berhasil meraih Juara 1 Putri ( Liwa , Kelas VI ) dan Juara II Putra ( Dida, Kelas VI ) pada Bidang Lomba Pendidikan Agama Islam dan Juara I Putra dan Putri pada Bidang TIK ( Praktik Komputer ) Lomba MAPSI Tingkat Kecamatan Wonopringgo Tahun 2015 ( Sabtu, 17 Oktober 2015 ).

Meraih Juara 3 di Tingkat Kabupaten pada Lomba MAPSI di Tingkat Kabupaten Tahun 2015

Peserta Lomba MAPSI Tahun 2015 bidang Pendidikan Agama Islam kecamatan Wonopringgo di wakili oleh Siswi SDIT Gondang ( Liwa, Kelas VI ) dan berhasil meraih Juara 3. Kegiatan Lomba di laksanakan di kecamatan Kajen tepatnya di SDN 06 Kajen ( Belakang UPT Dindikbud Kajen ) Hari Sabtu Tanggal 24 Oktober 2015.

Mudah – mudahan dengan semangat belajar dan berlatih serta adanya dukungan dari semua pihak, SDIT gondang dapat meningkatkan prestasi khususnya pada LOMBA MAPSI tahun berikutnya. Amin Ya Robbal Alamin …

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Pembiasaan Sholat Dhuha sebagai Pembinaan Akhlak

hgfh

Mengacu pada Visi Sekolah yaitu “Mewujudkan anak didik yang Beriman, Bertaqwa, Berakhlak Mulia, memiliki Ilmu Pengetahuan dan Berkualitas”, dan konsep belajar dengan berbuat (Learning by doing), SD Islam Terpadu sejak merintis program Full Day School di buka pada  tahun pelajaran 2011 – 2012 telah menerapkan program pembiasaan sholat Dhuha.

 

Program ini bertujuan untuk menanamkan perilaku taat ibadah sholat Dhuha sejak kecil, sehingga kelak ketika dewasa anak senantiasa mengamalkan sholat Dhuha. Anak merasa ada yang kurang bila tidak melaksanakan sholat Dhuha, dan anak akan senantiasa meluangkan waktu sejenak untuk sholat Dhuha di tengah kesibukannya. Selain itu, untuk memberi motivasi dan  menanamkan keyakinan kepada siswa – siswi bahwa apa yang di cita – citakan  akan mudah tercapai apabila mengamalkan sholat dhuha secara rutin.

 

 

Keutamaan sholat Dhuha banyak sekali seperti dalam hadits berikut ini;

Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 1178, dan Muslim, no. 721, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata,

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir.”

 

Dari Abu Darda dan Abu Dzar radhiallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman, “Wahai anak Adam shalatlah empat rakaat di awal hari, Aku akan lindungi engkau hingga akhirnya.” (HR. Tirmizi, no. 437, dishahihkan oleh Al-Albany)

 

Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata, yang dimaksud ‘shalat di awal siang adalah shalat Dhuha, ada pula yang mengatakan shalat isyraq, ada pula yang mengatakan shalat sunnah Shubuh dan fardhunya, karena dia merupakan shalat fardhu pertama di siang hari. Aku katakan, ‘Pengarang (sunan Tirmizi) begitu juga Abu Daud memahami shalat tersebut sebagai shalat Dhuha, karena itu keduanya memasukkan hadits ini dalam bab Shalat Dhuha. Sedangkan yang dimaksud menjaga adalah menjaga urusannya hingga akhir siang. Ath-Thaiby berkata, maksudnya adalah ‘Aku lindungi kesibukan dan kebutuhanmu serta melindungi engkau dari segalah keburukan setelah shalatmu hingga akhir siang. Maksudnya, berkonsentrasilah beribadah kepada-Ku di awal siang, maka Aku akan tenangkan pikiranmu hingga akhir siang dengan memenuhi semua kebutuhanmu.” (Tuhfatul Ahwazi, 2/478)

 

Dari Penjelasan At-Thaiby tersebut jelaslah bahwa ketika kita memulai aktifitas dengan bermunajat pada Allah s.w.t melalui sholat Dhuha, maka Allah akan menjaga kita dari kekhawatiran kekurangan kebutuhan dalam hidup.

 

Namun yang perlu diingat bahwa sholat Dhuha jangan hanya semata-mata diniati untuk mendatangkan atau melapangkan rezeki, namun niatkanlah mendekatkan diri, bertaqwa dan beribadah pada Allah s.w.t, insya Allah, Allah akan memudahkan dan melapangkan rezeki kita, tentunya dengan rezeki yang halal dan barokah.

 

Selain fadhilah mampu melancarkan dan membuat rezeki menjadi barokah, sholat Dhuha juga mampu menjaga kesehatan kita di pagi hari. Dengan sholat Dhuha kita kembali mengingat Allah sebelum mulai beraktifitas, dan bermunajat memohon pada Allah rezeki yang halal dan barokah. sehingga kita akan memulai aktifitas dengan rasa hati yang tenang, senang, dan senantiasa ingat pada Allah, tentunnya pikiran yang tenang dan optimis akan membuat kita senantiasa sehat.

 

 

Semakin banyak roka’at dalam sholat Dhuha tentunya akan sangat baik bagi kita, karena itu untuk anak-anak SDIT Gondang, senantiasalah menjaga rutinitas sholat Dhuha. Lebih baik lagi apabila saat hari libur ( hari Jumat ) pun tetap melaksanakan rutinitas sholat Dhuha, dan jangan lupa do’a setelah selesai sholat Dhuha seperti dibawah ini :

 

Do’a Salat dhuha

dhuha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha dalam Bahasa Indonesia
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Terjemahan Doa Setelah Sholat Dhuha
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Pengembangan Bakat dan Minat Siswa Melalui Ekstra Kurikuler Seni

 

ghDSC03gtht429

 

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban manusia.

 

Sehubungan dengan hal tersebut diatas tersurat dalam Struktur Kurikulum salah satu mata pelajaran yaitu Pendidikan Seni Budaya yang sangat diperlukan karena didalamnya terdapat penanaman akan nilai edukasi dan estetika yang berakar pada tradisi seni budaya.

 

Salah satu tujuan Pendidikan Seni Budaya adalah menggali kemampuan, bakat dan minat siswa dalam berolah seni dan rasa, baik rasa musikal, peran, gerak maupun rupa.

 

Sesuai dengan Program Fullday School yang di terapkan di SD Islam Terpadu Gondang, maka perlu di laksanakan kegiatan ekstra kurikuler Kesenian di luar jam pelajaran regular yang dapat memberi kesempatan bagi para siswa Sekolah Dasar untuk melakukan beragam pengalaman praktik berkesenian seperti seni musik, seni tari, seni rupa, ataupun seni teater.

 

Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran Ekstrakurikuler Kesenian lebih menekankan pada aktivitas “belajar sambil melakukan” (learning by doing), sebagai upaya menstimuli keberanian siswa  SD Islam Terpadu Gondang untuk mengekspresikan ide atau gagasan seni mereka dalam bidang seni musik, seni tari,seni rupa, ataupun seni teater.

 

Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian ini juga dipandang penting sebagai suatu kegiatan yang dapat menumbuh kembangkan kreativitas siswa Sekolah Dasar. Kreativitas ini merupakan elemen penting dalam Pendidikan Kesenian dan hanya dapat diperoleh dengan melakukan beragam pengalaman praktik secara terus-menerus.

 

Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian diharapkan dapat menjadi salah satu wadah dalam upaya menanamkan pembentukan nilai-nilai karakter peserta didik untuk melakukan perubahan perilaku, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu panduan teknis ektra kurikuler kesenian yang dapat digunakan oleh Guru dalam membantu Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler Kesenian dan demi tercapainya tujuan yang di harapkan di SD Islam Terpadu Gondang.

Kegiatan Ekstra Kurikuler Seni ini mempunyai tujuan antara lain :

  • Memperhalus rasa yang ada pada siswa agar mampu mengapresiasi dan         mengekspresikan nilai-nilai seni yang ada pada dirinya.
  • Sebagai pengembangan kegiatan Intra Kurikuler Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK)
  • Mengenalkan dan menanamkan rasa cinta siswa terhadap salah satu seni tradisional Jawa
  • Sebagai sarana dan wadah untuk menggali ekspresi, potensi bakat dan minat siswa dalam berolah seni.
  • Mempersiapkan Peserta didik untuk mengikuti Kegiatan Festival Lomba Seni Siswa SD di tingkat Kecamatan sampai Provinsi.

Yang menjadi sasaran kegiatan ektra kurikuler seni musik ini adalah seluruh siswa SD Islam Gondang Wonopringgo kelas III s/d. kelas VI yang berminat untuk mengembangkan potensi seni yang dimilikinya untuk lebih berkembang dan siap untuk tampil berkompetisi di event Festival Seni Tingkat Sekolah Dasar.

 

Materi ekstra kurikuler Kesenian menekankan pada pengembangan nilai-nilai lokal pada masing-masing bentuk kesenian yang diajarkan.                                               

 1. Seni Musik, terdiri dari dua materi, yaitu:

a. Bernyanyi
Bernyanyi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, bernyanyi tunggal atau solo dan berkelompok.Bernyanyi tunggal adalah bernyanyi yang dilakukan oleh satu orang. Lagu-lagu yang dapat digunakan dalam bernyanyi solo disesuaikan dengan daerah setempat sebagai upaya untuk mendukung pelestarian nilai-nilai lokal di daerah itu, contohnya macapat, bawa, kidung, dan sindhenan. Penekanan utama dalam materi bernyanyi solo mencakup: teknik dasar menyanyi, yang mencakup:cara memproduksi suara, pernapasan, dan posisi tubuh; dinamika (keras – lembut) dan tempo (cepat – lambat); dan artikulasi(mengucapkan kalimat/frase lagu).

Bernyanyi berkelompok adalah bernyanyi yang dilakukan secara berkelompok minimal dua orang, misalnya vokal grup, paduan suara, gerongan, dan duet vokal. Penggunaan istilah dan lagu-lagu yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan sekolah. Penekanan utama dalam materi bernyanyi kelompok mencakup beberapa aspek yang terdapat dalam bernyanyi solo yang dilengkapi dengan keseimbangan suara dan keterpaduan suara.
b. Bermain Musik

Bermain musik dapat dilakukan dengan menerapkan sistem nada diatonis (Barat) dan sistem nada pentatonis(tradisi). Musik Tradisi adalah musik yang hidup dan berkembang di daerah setempat secara turun-temurun atau diwarisi dari generasi ke generasi. Contoh dari bentuk musik tradisi dalam permainan musik adalah gamelan, kolintang, angklung, talempong, dan kecapi. Musik Kreasi adalah musik yang merupakan pengembangan dari pola musik tradisi daerah setempat dan/atau Nusantara, misalnya campursari, gambang kromong modern, pop daerah, belaganjur, dan kijang kencana.

Seperti halnya bernyanyi, kegiatan bermain musik juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu ansambel sejenis dan ansambel gabungan. Ansambel sejenis adalah sekelompok orang yang memainkan alat musik yang sama atau sejenis, misalnya ansambel gitar, recorder, angklung, kolintang, dan patrol Banyuwangi. Ansambel gabungan adalah sekelompok orang yang memainkan dua atau lebih alat musik atau instrumen yang berbeda, misalnya drumband, gamelan, gondang, dan degung.

 

2. Seni Tari, terdiri dari dua materi, yaitu:

a. Tari Tradisi adalah tari yang hidup dan berkembang di daerah setempat secara turun-temurun atau diwarisi dari generasi ke generasi. Contoh dari bentuk tari tradisi adalah tortor, pakarena, saman, indang, dan remo. Tari Kreasi adalah tari yang merupakan pengembangan dari gerak tari tradisi daerah setempat dan/atau Nusantara. Contoh bentuk tari kreasi adalah poco-poco, tari merak, rantak, dan jaipong. Berdasarkan pola garapan, Tari Tradisi dan Tari Kreasi dapat berupa tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok.

b.Tari Tunggal adalah jenis tari yang ditarikan oleh satu orang atau yang memerankan satu tokoh atau karakter. Contoh tari tunggal dalam Tari Tradisi adalah tari Kelana, Gatotkaca, dan Topeng, sedangkan contoh tari tunggal dalam Tari Kreasi adalah tari Dua Muka (karya Didiek Nini Towok),tari Semut, Kelinci, dan Kijang.Tari tradisi maupun kreasi biasanya bersumber dari nilai-nilai lokal yang berkembang dalam masyarakat.

 

c.Tari Berpasangan adalah jenis tarian yang dilakukan oleh dua orang yang memperlihatkan interaksi di antara keduanya, baik yang dilakukan oleh putri – putra, putra – putra, atau putri – putri. Contoh tari berpasangan adalah tari Payung, Serampang Dua Belas, Oleg Tambulilingan, Cikeuruhan, dan Prawiro Watang. Tari Kelompok adalah jenis tari yang selalu dilakukan secara berkelompok. Contoh tari kelompok adalah tari Pakarena, Serimpi, Piring, Saman, Baris, dan tari Yospan. Contoh dalam tari kreasi untuk kategori tari berpasangan dan kelompok dapat diciptakan atau dikreasikan berdasarkan tema-tema yang diangkat dari lingkungan sekitar siswa atau sekolah.

Gerakan-gerakan di dalam tarian-tarian tersebut, baik tari tradisi maupun kreasi, berhubungan dengan lingkungan sekitar. Hubungan antara gerak dan lingkungan tampak pada ragam gerak tari, teknik gerak, musik sebagai iringan tari, dan elemen-elemen komposisi (ruang, waktu, dan tenaga).

 

3. Seni Rupa, terdiri dari dua materi, yaitu:

 

a.Menggambar
Berkarya seni rupa dua dimensi mengacu pada kegiatan menggambar. Kegiatan ini terdiri dari menghias dengan teknik mewarnai, mengecat, menempel, menggunting, menggaris, mencap,  mencelup, membatik,menoreh, menciprat, mendusel, dan sebagainya.Karya yang dihasilkan dari bentuk kegiatan seni rupa dua dimensi adalah lukisan,hiasan payung, melukis baju, lukisan sutra, batik, lukisan dari kayu/kulit, dan sebagainya.

b. Membentuk

Teknik pengerjaan karya seni rupadilakukan dengan membentuk media yang digunakan, yaitumengurangi atau menambahkan, seperti: mengukir, memahat,mencetak, menganyam, merangkai,merajut,menyulam, melipat (origami), mengikat mematri, menempel, mendaur ulang, dan lain-lain.Karya yang dihasilkan dari bentuk kegiatan seni rupa tiga dimensi adalah patung, ukiran, mainan, topeng, aksesoris, hiasan, cenderamata, sulaman, anyaman, rajutan, dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa memahat kurang bisa diterapkan pada siswa SD, tetapi di daerah-daerah tertentu, aktivitas menganyam dan meronce dapat dilakukan. Namun, untuk aktivitas seni rupa pada siswa SD sebaiknyatidak menggunakan peralatan keras dan membahayakan, seperti palu dan pisau. Bentuk kegiatan dan peralatan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan siswa.

Guru juga dapat menstimuli kreativitas siswa dalam membuat karya seni rupa dengan mendaurulang limbah, misalnya botol minuman kemasan, batok kelapa, sedotan, dan koran bekas.

 

4. Seni Teater, materi kegiatan Seni Teater dapat berupa:

 

a. Teater Tutur:

Kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai Teater Tutur berhubungan dengan aktivitas bercerita secara tunggal (monolog), seperti membaca puisi, deklamasi, mendongeng, dan stand up comedy. Contoh Teater Tutur yang bersumber dari nilai-nilai lokal adalah bakaba, macapat, kentrung, dan P.M. Toh, yang seringkali berhubungan dengan cerita rakyat (folklor).

b. Teater Gerak

Kegiatan teater yang dialognya disampaikan melalui gerak, misalnya pantomim/tablo.Contoh Teater Gerak yang bersumber dari nilai-nilai lokal adalah randai, wayang orang, dan tari kecak. Tema cerita dalam Teater Gerak adalah bagian dari cerita rakyat (folklor).

c. Teater Boneka

Kegiatan teater yang menggunakan benda/boneka yang merupakan representasi dari suatu karakter atau tokoh dalam cerita, misalnya wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, cemen, dan wayang suket.

d. Teater Drama

Kegiatan teater yang bersumber dari naskah tertulis, misalnya drama Kwek-Kwek (karya D. Djayakusuma) dan Romeo dan Juliet.

e. Drama Musikal

Kegiatan teater yang menggabungkan cerita, gerak, dan musik, dengan dialog yang dinyanyikan. Bentuk drama musikal adalah operet dan kabaret, misalnya operet Laskar Pelangi, Bawang Merah dan Bawang Putih, Ande-Ande Lumut, Si Pitung, dan Sabai nan Aluih. Teater tradisi yang dapat dikategorikan ke dalam Drama Musikal adalah lenong, ketoprak, ludruk, teater kubruk, dan langendrian.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Kegiatan OutBound yang menantang

vfgfdg

Salah Satu program unggulan Full Day School SD Islam Terpadu Gondang yaitu kegiatan di alam terbuka atau sering di kenaldengan istilah OutBound. Kegiatan ini bukan hanya sekedar kegiatan santai di luar jam sekolah, namun mempunyai tujuan dan manfaat antara lain :

  1. Meningkatkan rasa percaya diri,
  2. Meningkatkan kesabaran dalam menyelesaikan tugas
  3. Menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan,
  4. Menumbuhkan motivasi belajar dan berperan aktif dalam KBM
  5. Melatih keberanian mengambil resiko,
  6. Mengembangkan rasa  keyakinan untuk mengubah sesuatu yang di anggap “tidak mungkin” menjadi “mungkin”
  7. Melahirkan semangat baru dalam belajar dalam menggapai cita – cita

DIFA (Siswi Kelas III) dan teman – temannya berhasil mengalahkan rasa takutnya dengan menyelesaikan 5 rintangan OutBound di Gajah Mada Sport Center Batang, Kamis (19/3). Kegiatan di alam terbuka ini merupakan mengusung tema “learning by doing” yang di laksanakan setiap pertengahan semester. Kegiatan ini diikuti oleh Siswa – siswi kelas I s/d. VI SD Islam Terpadu Gondang.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar